kontroversi dalam mendiagnosa DID

14 September 2008 at 7:23 am (Nicholas, Perwakilan) ()

DID pertama dikenali sekitar abad ke19. dalam sebuah review literatur, Sutcliffe dan Jones mengidentifikasi 77 kasus, dan rata2 terlapor dalam periode antara 1890 – 1920. setelah itu, laporan tentang kasus DID menurun sampai tahun 1970, yang kemudian meningkat lagi. 

apa yang menyebabkan muncul kembalinya diagnosis DID dalam 25 tahun terakhir? one possible explanation tentang meningkatnya kasus DID adalah DSM-III, yang mana dikeluarkan pada tahun 1980, dan kriteria mendiagnosa DID pertama kalinya dijelaskan. (note: DSM = Diagnostic and Statistical Manual, dikeluarkan oleh American Psychiatric Associationdsm merupakan ‘manual’ tentang pengkategorian beserta kriteria2 dalam mendiagnosa penyakit2 jiwa

Tapi mungkin juga karena orang2 mulai terbiasa / mengerti tentang DID, atau mungkin para psikiater biar menemukan kasus yang mirip, tapi langsung melaporkan sebagai DID, apalagi sejak penyakit ini semakin menarik perhatian. atau, menurunnya kasus / diagnosa DID tahun2 sebelumnya disebabkan oleh popularitas tentang konsep schizophrenia; kasus DID bisa aja disalah-diagnosa sebagai kasus schizophrenia. Tetapi, gejala2 dari dua penyakit ini sebenarnya cukup berbeda; walaupun suara2 alters yang didengar mungkin merupakan halusinasi auditori (pendengaran), tetapi pasien DID tidak menunjukkan gejala thought disorder maupun behavioral disorganization seperti dalam schizophrenia. isu diagnostic lainnya adalah, bahwa dalam DSM-III, tidak ada kriteria bahwa alters itu amnestic dengan satu sama lain, sehingga meningkatkan kemungkinan diagnosis yang bisa diapply ke orang2 yang mengalami berbagai masalah behavior lain yang juga hadir dalam penyakit jiwa yang lain. 

faktor lain yang mungkin meningkatkan diagnosis DID adalah publikasi tentang Sybil pada tahun 1973, yang mana menunjukkan kasus dramatic tentang 16 kepribadian. kasus ini menarik perhatian yang besar dan menyebabkan banyak sekali orang yang semakin tertarik tentang penyakit ini. beberapa kritik menyimpulkan bahwa perhatian yang berlebihan tentang ini menyebabkan beberapa ahli therapist men-sugesti bahwa clientsnya menderita DID. Cukup jelas bahwa di masa era setelah-sybil, jumlah alters meningkat drastis, dari 2-3, hingga lebih dari 12.

Tulis sebuah Komentar