Dan Cerita Dimulai
Perlu waktu cukup lama untuk saya memutuskan menulis secara publik. Bukan karena malu, bukan juga karena takut. Tapi sebenarnya lebih karena ragu. Apa benar selama ini saya mengidap MPD/DID? Bertahun-tahun hidup dengan suara-suara dalam kepala, “orang orang dalam” yang bergantian menguasai tubuh, menentukan langkah, mengambil alih pembicaraan, menyembunyikan ingatan.
Jika ada pembaca yang bertanya “kenapa ga periksa ke psikolog/psikiater aja?”. Saya pernah kepikiran. Tapi saya masih belum punya uang untuk pergi ke mereka. Ke dokter umum aja masih mikir-mikir. Paling banter ke Puskesmas atau tukang urut.
Blog ini merupakan tempat saya bercerita tentang saya, tentang mereka, dan tentang kami. Tapi tidak hanya saya. Mereka juga akan bercerita disini. Menulis apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka inginkan.
Saya akan mewakili alter yang tidak mampu menulis disini sejauh kemampuan saya, karena ada alter yang tidur, pergi, bahkan mati. Namun mungkin ia masih memiliki cerita yang menarik dan bisa jadi pelajaran bagi kita semua.
Komentar dipersilahkan, tapi saya tidak akan repot-repot menanggapi komentar yang tidak bermutu. Setiap orang bebas berpendapat toh, tapi saya tidak perlu menanggapi semua pendapat orang.